Rabu, Agustus 12, 2009

pusisi mirip puisi untuk bu endah,

pewaris
ALJABAR

saat sang aljabar mendawuh
ia rebahkan sayap matematik
meniupkan butiran bulu pada seorang
wanita berjiwa, matematika...

dengan ringkuh gigih
wanitanya menerima
dengan lapang suka tanpa duka
mengambil dawuhnya
yang bijaksana

roh aljabar datang lagi
lagi - lagi menemuinya
memberikan hatinya padanya
sukmanya terenyah
terbagi untuk membagi
untuk wanita itu, Bu Endah

sebarkan, lanjutkan,
berikan, bagikan,
katanya
wanitanya mengangguk,
ya!

dengan semangat sebuah
petulis hitam, tanpa buku
tanpa petunjuk, hanya otak
yang telah merekam
suara aljabar, ia mulai

menyebar, melanjut,
memberi, membagi
seperti inginnya
telah terlakukan

masih dengan cinta, di MAN 2 pekalongan
yang di taburkan serpihan
jiwanya aljabar
yang mengelok MAN dua,
mencerahkannya

bu endah, o... bu endah
bu endah, o... bu endah
bu endah, o... bu endah

semoga tetap menjadi
titisan aljabar
sampai waktu membisu,
diam!

bu endah, namanya
aljabar, penitisnya
bu endah, bu endah
o, bu endah

tirto, pekalongan
29 juli 2009
09.22 - 09.43 WIB













Tidak ada komentar:

Posting Komentar